Monday, January 6, 2014

Déjà vu

Poster Film "Slank" photo: twitter.com
“It has been said, 'time heals all wounds.' I do not agree. The wounds remain. In time, the mind, protecting its sanity, covers them with scar tissue and the pain lessens. But it is never gone.”
Rose Kennedy

 

Iseng. Aku tak berharap banyak dari film "Slank -Nggak Ada Matinya", selain memastikan akan terhibur mendengarkan cuplikan lagu-lagu Slank dari berbagai kurun waktu.

Aku bukan penggemar fanatik Slank, tapi mengakui banyak dari lirik dan melodi lagu-lagu mereka yang 'nempel' di memoriku tanpa sadar.

Monday, May 20, 2013

The Story of Dinno: Perjalanan Panjang Menebar Cinta (part 3)

Windy tiba. Ia dijemput Anwar di stasiun kereta api Poncol. Anwar belum bilang bahwa Dinno sudah meninggal.Suara motor Anwar menggerung, melengking, sebelum mesinnya akhirnya dimatikan. Semua mata di ruang tunggu jenazah menatap siapa yang datang. Windy, istri Dinno. Semua cemas akan reaksi Windy.

Raut muka Windy meringis seakan menahan rajaman benda tajam. Paras wajahnya yang kuning terang, kini memerah ketika ia menyadari semua kawan-kawannya berkumpul di ruang tunggu kamar jenazah.

The Story of Dinno: Perjalanan Panjang Menebar Cinta (part 2)


Aku menelfon satu demi satu kawan-kawan PERFORMA. Minta mereka membantuku mencarikan ambulans untuk membawa Dinno ke kampung halamannya. Mereka tak ada satupun yang menyangka Dinno sudah benar-benar pergi. Saat aku menyampaikan bahwa Dinno overdosis, yang terlintas pada masing-masing mereka, Dinno hanya dirawat di RS dan akan segera pulih. Seperti yang terjadi pada beberapa kawan lain akhir-akhir ini.

"Dinno meninggal," tegasku. "Yang bener mbaaaakkk...," Indri setengah berteriak di seberang telfon. Sementara Anwar juga tak percaya, dan harus berulang-ulang bertanya apa aku serius. "Iya aku serius, War... Tolong segera carikan ambulans. Yang jelas jangan beritahu apa-apa pada Windy, ia masih di perjalanan, naik kereta. Aku takut ia pingsan di jalan," aku berpesan  panjang lebar pada Anwar.

The Story of Dinno: Perjalanan Panjang Menebar Cinta (part 1)


Pagi ini Sabtu. Aku sudah berencana akan bergereja bersama anak-anak. Mereka sudah menyiapkan diri, mandi, sarapan, dan bergegas mengenakan pakaian. Sementara aku sendiri baru rampung mandi, berbalut handuk ketika mencapai kamar dan mendengar nada dering telepon selular yang ketika hendak aku angkat, justru deringannya mendadak terhenti. Dari Dinno.

Tak lama, nada peringatan SMS masuk terdengar. Penasaran aku membuka pesan dalam inbox. Ternyata dari nomor ponsel Dinno. Isinya mengejutkanku: "Mbak, Dinno overdosis! - Tarmin." Aku nyaris tersedak. OVERDOSIS. Lagi ! Dalam beberapa bulan terakhir ini, sudah beberapa kali aku mendapat laporan anak-anak komunitas mengalami overdosis.

Saturday, March 30, 2013

Mengulik Madre

Hari ini Sabtu dan 2/3 hari telah kuhabiskan dengan kerepotan rutin di rumah dan beberapa jam di gereja siang tadi. Otak sudah mengirim sinyal berontak ingin bersantai.

18.45 ini ada beberapa film lokal yang bakal diputar di bioskop setempat. Lebih doyan film lokal ? Tentu dong. Selama di bioskop tersebut ada pilihan film lokal yang bukan ber-genre horor ala pocongisme atau esek-esek ga jelas, pasti aku pilih film lokal.

Kalau bukan kita siapa lagi yang harus lebih dulu menghargai karya anak bangsa ? Duit harus berputar di negara sendiri-lah kalau ingin ekonomi kian membaik.

Thursday, December 27, 2012

Tentang Simpang Lima, Film, dan Otakku

Hai neng blog.

Kangen ah padamu. Maaf sudah lama aku tak menengokmu. Harap maklum ya. Kamu sudah tahu kan apa yang terjadi padaku. Tak perlu kuceritakan lagi secara detail.

Tapi pastinya, 3 hari aku tak meninggalkan kompi. Same old song laaa, neng. Report. I want it perfect.

Thursday, December 16, 2010

[Asinan] Bogor

Bogor....
Huaaaaahhh....Ini Bogor???

Begitu menapakkan kaki menuruni jenjang tangga bus Damri bandara,
paru-paruku menghirup berisik mesin kendaraan umum, kepulan asap knalpot yang dihasilkannya, plus suasana malang melintang, tumpah ruah.....

Friday, November 26, 2010

A Man Who Spent 5900 USD on a Bottle of Wine

Grand Vin de Chateau Latour 1959
Aku tercengang-cengang saat menatap angka yang tertera di sebuah situs gosip. 
Disebutkan,sebotol anggur merk ternama yang dipesan aktor setengah baya itu berbandrol 5900 dolar AS.

Seakan tidak yakin akan penglihatanku, kembali aku menghitung jumlah angka nol pada artikel singkat itu.

Ah, memang 5900.
Currency converter di laptopku menunjukkan angka Rp.52.887.600,00
Fantastis!! Setidaknya buatku.

Monday, November 22, 2010

Linda Lovelace, siapa dirimu ?

Rasa penasaranku mulai membuncah membaca nama yang tertera di sebuah artikel yang pagi ini aku terjemahkan. Linda Lovelace.. Aku belum pernah mendengar nama tersebut. Tapi itulah nama karakter yang gagal diperankan oleh Lindsay Lohan dalam sebuah film berjudul Inferno yang disutradarai Matthew Wilder.

Artikel dari situs gosip ternama itu tidak menerangkan siapa Linda Lovelace.
Aku mencoba menemukannya dari sumber lain. Ooups, disebutkan ia salah seorang porn star yang pertama kali membintangi film-film kategori X di awal 70-an dengan format yang berbeda.

Saturday, July 11, 2009

Tiris

" Kamu tahu ..? Namaku punya arti CINTA tapi aku tak pernah merasakan apa itu cinta...", mata Hilir memerah menatap Rinai lekat dalam. Lalu kenapa? Rinai menghela nafas setengah hati, setengah percaya setengah tidak. Baginya, Hilir hanya sesosok pribadi asing  yang kebetulan berada di satu tempat di satu ruang dengannya. Dan bagi Rinai, Hilir tak perlu terlalu ia pusingkan .
 
" Coba kamu dengar lagu yang satu ini....". Hilir meraih i-phone yang ia letakkan terserak diantara tumpukan berkas-berkas tak teratur. Diputarnya untuk Rinai sebuah lagu yang  asing dan tidak mengesankan. Rinai nyaris terjerembab ke depan..ketika Hilir menyentakkan tubuhnya dari kursi goyang tempat ia setengah rebah, dan membawa tubuh Rinai yang limbung ke pelukannya. 

Saturday, June 13, 2009

Sua Dunia Maya: Langit - Cahaya

Percakapan singkat dua orang sahabat lama:


Langit : Iya sih ya, mudah-mudahan elu bisa ketemu org yg cara berpikirnya seperti elu. Gw nunggu bertaun-taun utk cari orang yang jalan pikirannya sama kayak gw, tapi gw give up, makanya gw sekarang cari aja yang apa adanya deh